Minggu, 27 Desember 2015

Puisi satirik / Krtikan

Puisi "Bagaikan Batu" 27/12/2015_05:10"
ku hehtakkan dengan syair,
ku hentakan dengan kata-kata,
ku hentakan pujian dan nyanyian merdu,
kau tetap diam sepeti batu,

ku rubah haluan perdamaian
ku keluarkan makian,
ku nyanyikan sindiran,
eeehhh,,,, kau malah jadi batu,bagaikan kaba legenda pantai air manis

hujan menyerbu dan panas matahari menikam,
mereka berteriak dari mimbar agama, kau tersenyum,
kami kebingungan, menangis dan tertawa perih, banyak warna suci kau nodai,
dan kini kau semakin tangguh tak retak sedikit pun,

Tuhan,,, mengapa ini terjadi di Negara ku
Doa, syair, kata makian, ceramah telah bersatu, malah’ lahir telur busuk,
kami kehilangan akal, kami terpuruk kau malah menjadi panutan,
kami tak memgerti sehitam apa hatimu, kau patahkan kuntum bunga Indonesia,

apakah kamu meliliki agama,
apakah kamu memiliki hati,
mungkin telah teracuni oleh kertas mahal, dan kini menjadi pabrik hitam,
masih adakah kesempatan bertaubat setelah kau sesatkan 7 keturunan,

kami harus bagaimana, kenapa ini terjadi diselimut 'Merah Putih'
ampuni kami, kami tak tahu bagaimana lagi,,,,
taubat, taubat taubaaaaaattttt,,,
atau kau pilih Neraka.....
#‎PenyairKecilTeriak
Mohd Zainal Bin Abdul Karim

Conanzainal.mohd@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar